Begini Serunya 5 Hari MPLS di SMK Putra Bangsa!

0



Ada satu momen yang pasti pernah dialami hampir semua orang.

Hari pertama masuk sekolah baru.

Rasanya campur aduk. Ada yang semangat karena akhirnya pakai seragam baru, ada yang sibuk cari teman, ada juga yang dari gerbang sampai pulang mukanya masih kayak lagi salah masuk sekolah.

Nah, suasana itu juga kerasa banget di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Putra Bangsa yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 Juli sampai 17 Juli kemarin.

Lima hari yang awalnya penuh wajah tegang... berubah jadi lima hari penuh tawa, teriakan yel-yel, rebutan jajanan, sampai ada yang diam-diam berkaca-kaca di hari terakhir.


Hari Pertama: Mukanya Masih Kaku, Senyumnya Masih Malu-Malu

Kalau diperhatikan dari jauh, hari pertama itu lucu banget.

Anak-anak kelas X datang dengan ekspresi yang hampir sama.

Pegang tas erat.

Duduk rapi.

Kalau diajak ngobrol jawabnya pelan.

Kalau disuruh kenalan masih lihat kanan kiri dulu.

Maklum...

Masih asing sama sekolah barunya.

Belum tahu mana guru yang terkenal disiplin, mana yang suka bercanda, mana kantin, mana toilet, bahkan masih banyak yang belum hafal nama teman sekelasnya.

Kegiatan pun dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Putra Bangsa, Pak Muslim, yang memberikan sambutan sekaligus menyambut keluarga baru SMK Putra Bangsa.

Setelah itu peserta mendapatkan materi tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter.


Materinya memang serius.

Tapi penyampaiannya dibuat santai supaya nggak terasa seperti sedang mengikuti kuliah tujuh SKS.

Di penghujung hari, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok.

Nah, yang bikin beda tahun ini...

Tema MPLS mengambil konsep Toy Story.

Jadi nama kelompoknya bukan Kelompok A atau Kelompok B.

Melainkan nama-nama karakter mainan dari dunia Toy Story.

Ada yang langsung bangga dapat kelompok favoritnya.

Ada juga yang baru sadar ternyata nama kelompoknya diambil dari karakter yang dulu sering ditonton waktu kecil.



Hari Kedua: Akhirnya Tahu Nama Guru yang Selama Ini Cuma Dilihat dari Jauh

Kalau hari pertama masih fokus adaptasi, hari kedua mulai terasa seperti benar-benar jadi anak SMK.

Seluruh guru dikenalkan satu per satu.

Siapa namanya.

Mengajar mata pelajaran apa.

Dan sedikit gambaran seperti apa karakter mereka di kelas.

Percaya deh.

Mengenal guru itu penting.

Biar nanti nggak salah manggil.

Atau lebih parah...

Nggak tahu kalau guru yang lewat ternyata wali kelas sendiri.

Setelah sesi perkenalan guru, Bu Wanda mengajak seluruh peserta memahami budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).


Kelihatannya sederhana, Tapi lima kebiasaan kecil itu sering jadi pembeda antara sekolah yang ramah dan sekolah yang semua orang lewat kayak NPC.

Lalu giliran Kak Jay naik ke depan.

Materinya tentang Eksplorasi Minat dan Bakat.

Di sesi ini peserta diajak mengenal diri sendiri.

Sebenarnya mereka suka apa.

Punya potensi di bidang mana.

Karena masuk SMK bukan cuma soal belajar sesuai jurusan.

Tapi juga menemukan kemampuan yang mungkin selama SMP belum pernah dicoba.


Hari Ketiga: Yang Tadinya Diam Mulai Berani Ketawa

Hari ketiga mulai kelihatan perubahan yang cukup mencolok.

Yang awalnya duduk sendiri sekarang mulai punya geng kecil.

Yang awalnya ngomong pelan sekarang mulai ketawa paling keras.

Yang awalnya bingung cari kelas sekarang sudah hafal jalannya.

Suasana juga mulai cair.

Panitia dan peserta sudah saling kenal.

Candaan mulai muncul.

Rasa canggung perlahan hilang.

Baru tiga hari...

Tapi rasanya seperti sudah satu bulan sekolah bareng.


Hari Keempat: Misi Rahasia Bernama Jajanan Legendaris

Nah, ini salah satu sesi yang paling pecah.

Sejak hari sebelumnya peserta cuma dikasih clue tentang jajanan yang harus mereka bawa.

Bukan dikasih nama.

Bukan dikasih foto.

Cuma petunjuk.

Sisanya?

Suruh nebak sendiri.

Mulailah grup WhatsApp kelompok penuh diskusi.

"Itu maksudnya jajanan apa, ya?"

"Kayaknya yang ini deh."

"Eh bukan, itu mah beda."

Besok paginya...

Semua datang membawa hasil tebakan masing-masing.

Dan lucunya...

Ada yang benar.

Ada juga yang meleset jauh.

Tapi justru di situlah serunya.

Begitu semua jajanan terkumpul, nggak ada yang sibuk nyimpen buat diri sendiri.

Mereka saling berbagi.

Saling tukar.

Panitia juga ikut kebagian.

Suasananya benar-benar hangat.

Sederhana.

Tapi bikin akrab.

Masih di hari yang sama, setiap kelompok juga menampilkan yel-yel terbaik mereka.

Ada yang tampil percaya diri.

Ada yang totalitas sampai suaranya serak.

Ada yang kompak banget.

Ada juga yang mungkin gerakannya belum sama semua... tapi justru itu yang bikin lucu.

Yang penting semangatnya nggak ada yang setengah-setengah.


Hari Terakhir: Ternyata Perpisahan Selalu Punya Cara Bikin Orang Diam

Nggak terasa...

Lima hari berlalu cepat.

Hari terakhir diisi dengan jalan santai yang bikin suasana makin santai sebelum kembali ke rutinitas belajar.

Lalu tibalah sesi yang paling ditunggu.

Pembagian hadiah.

Kategori yang diberikan juga beragam.

Mulai dari Siswa Teraktif, Kelompok Teraktif, Kelompok Terkopak, hingga Yel-Yel Terbaik.

Begitu nama pemenang dipanggil...

Sorakan langsung pecah.

Teman-temannya ikut bertepuk tangan.

Ada yang lompat kegirangan.

Ada yang nggak nyangka namanya dipanggil.

Pokoknya suasananya benar-benar meriah.

Tapi...

Bagian yang paling bikin suasana berubah justru datang di penghujung acara.

Sesi ini adalah membacakan surat untuk panitia MPLS.

Surat yang mereka tulis sendiri.

Isinya sederhana.

Ucapan terima kasih.

Cerita selama lima hari.

Permintaan maaf.

Sampai harapan agar nanti bisa bertemu lagi.

Yang tadinya lima hari lalu saling nggak kenal...

Kini sudah saling menyebut nama.

Yang awalnya takut sama panitia...

Sekarang malah berat buat berpisah.


MPLS Boleh Selesai, Tapi Ceritanya Baru Dimulai

Lima hari mungkin terdengar sebentar.

Tapi lima hari itu cukup untuk mengubah rasa takut menjadi rasa nyaman.

Mengubah orang asing menjadi teman.

Mengubah rasa canggung menjadi tawa.

Dan yang paling penting...

Mengubah status mereka.

Dari yang kemarin masih disebut "anak baru"...

Sekarang mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMK Putra Bangsa.

Selamat datang, adik-adik kelas X.

MPLS memang sudah selesai.

Tapi petualangan tiga tahun kalian... baru saja dimulai.

  • Lebih baru

    Begini Serunya 5 Hari MPLS di SMK Putra Bangsa!

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default