Kalau ada yang bilang bikin film itu butuh waktu berbulan-bulan, mungkin mereka belum kenal sama anak-anak Edu Media Creative (EMC) SMK Putra Bangsa.
Karena kali ini mereka berhasil membuktikan kalau waktu yang mepet bukan alasan buat nyerah. Justru di bawah tekanan, mereka malah bikin kejutan.
Tim EMC yang diwakili Rosma, Erik, Ibnu, dan Kaisar sukses menyabet Juara 1 Lomba Video Kreatif Hari Anti Narkoba Internasional 2026 yang diselenggarakan oleh Duta Anti Narkoba Kota Bontang bersama BNN Kota Bontang. Prestasi ini sekaligus mengalahkan peserta dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Bontang.
Dan yang bikin cerita ini makin seru adalah...
Mereka hampir nggak punya waktu buat bikin videonya.
Awalnya semua terlihat santai.
Masih ada waktu sekitar dua minggu sebelum deadline pengumpulan karya. Harusnya sih cukup. Harusnya.
Tapi kenyataan berkata lain.
Yang satu sibuk, yang lain ada kegiatan, satunya lagi ada urusan keluarga. Ditambah lagi saat itu masih masa liburan sekolah. Belum selesai sampai di situ, mentor mereka, Kak Jay, juga lagi super sibuk sehingga mereka benar-benar dituntut buat mandiri.
Singkat cerita...
Dua minggu itu habis bukan buat syuting.
Tapi buat cari waktu yang sama-sama kosong.
Dan akhirnya...
Tanggal 28 Juni. Hari terakhir pengumpulan karya.
Deadline pengumpulan video pukul 23.59 WIB.
Sementara...
Jam 13.00 mereka baru kumpul.
Iya.
Baru kumpul.
Belum syuting.
Belum editing.
Belum rendering.
Belum upload.
Kalau dijadikan film, mungkin genre-nya bukan lagi drama.
Tapi thriller.
Yang biasanya proses produksi dibagi beberapa hari, kali ini semua dipaksa selesai dalam hitungan jam.
Rosma mulai memastikan adegan berjalan sesuai konsep.
Erik ikut membantu jalannya produksi.
Ibnu harus berpikir cepat di balik proses kreatif.
Sementara Kaisar berjibaku di balik kamera, memastikan setiap frame tetap enak dilihat walaupun dikejar waktu.
Nggak ada waktu buat terlalu banyak take ulang.
Nggak ada waktu buat rebahan.
Yang ada cuma satu kalimat di kepala mereka.
"Pokoknya hari ini harus jadi."
Dan ternyata...
Jadi.
Video itu akhirnya berhasil dikirim sebelum deadline.
Lega?
Belum.
Karena masih ada satu tahap lagi yang lebih bikin deg-degan.
Menunggu penilaian juri.
Lomba kali ini dinilai oleh nama-nama yang nggak asing di dunia kreatif Bontang.
Ada Agil selaku Duta Anti Narkoba, kemudian Arif Rachmatullah yang juga menjadi juri langganan di ajang FLS3N, serta Kang Jajang yang ikut menilai kualitas karya para peserta.
Persaingannya jelas nggak mudah.
Banyak sekolah datang dengan karya terbaiknya.
Tapi EMC lagi-lagi berhasil menunjukkan kalau kualitas nggak selalu ditentukan oleh lamanya proses.
Melainkan bagaimana sebuah tim bekerja saat keadaan sedang tidak ideal.
Dan hasil akhirnya...
Skor tertinggi.
Juara 1.
GUBRAKKK.
Bayangin aja.
Orang lain mungkin sudah produksi jauh-jauh hari.
Sementara EMC baru mulai syuting saat matahari masih tinggi, lalu harus berpacu dengan deadline yang tinggal hitungan jam.
Tapi justru karya merekalah yang berhasil berdiri di podium paling atas.
Kemenangan ini juga menjadi pembuktian kalau EMC belum selesai.
Setelah sebelumnya bertarung di FLS3N, sekarang mereka kembali pulang membawa piala baru.
Artinya sederhana.
Mesin prestasi EMC masih hidup.
Dan sepertinya... belum ada niat buat dimatikan.
Piala baru sebentar lagi akan menambah koleksi di lemari prestasi SMK Putra Bangsa.
Sementara empat nama di balik karya ini Rosma, Erik, Ibnu, dan Kaisar sudah memberi pesan sederhana untuk semester baru.
EMC belum selesai bikin kejutan.
Karena kalau baru syuting beberapa jam aja bisa jadi Juara 1...
Kita jadi penasaran.
Kalau dikasih waktu sebulan penuh, mereka bakal bikin apa lagi?


.jpeg)