Siang itu, Senin 15 Desember, suasana sekolah mendadak agak beda. Bukan karena ada razia, bukan juga karena ada jadwal dadakan. Tapi karena sebuah mobil truk masuk ke area sekolah. Iya, truk. Ukurannya juga bukan yang kaleng-kaleng. Otomatis bikin banyak kepala nengok. Ada apa ini?
Awalnya dikira mau nganter barang proyek, atau logistik kegiatan. Tim EMC yang dasarnya kepo terdidik langsung sigap. Begitu truk berhenti dan mulai nurunin 9 karung besar, rasa penasaran makin jadi. Tanpa banyak basa-basi, kami langsung “grebek halus” ke ruang yayasan buat cari tahu: sebenarnya ini paket apaan?
Dan ternyata… ini bukan paket biasa.
Yang datang adalah bantuan perlengkapan sekolah dari Dinas Provinsi Kalimantan Timur, khusus untuk siswa kelas X SMK Putra Bangsa. Totalnya bukan satu-dua, tapi 182 paket lengkap. Isinya pun serius banget: seragam putih abu-abu, sepatu, kaos kaki, topi, jilbab, dasi, ikat pinggang, sampai tas. Lengkap. Tinggal dipakai, bukan tinggal ngeluh.
Program ini bagian dari GRATISPOL, program dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang tujuannya jelas: bantu pendidikan dan nyiapin generasi emas 2045. Jadi bukan cuma soal seragam, tapi soal memastikan siswa bisa sekolah dengan layak tanpa kebentur urusan perlengkapan dasar.
Meski sudah sampai di sekolah, paket-paket ini belum langsung dibagikan. Semuanya masih harus didata satu per satu dengan teliti. Ukuran sepatu, seragam, jilbab—semua harus pas. Biar nanti pas dibagikan nggak ada drama “kekecilan”, “kebesaran”, atau “kok punyaku beda”.
Prosesnya memang agak makan waktu, tapi masuk akal. Karena niatnya bantu, bukan nambah ribet.
Yang jelas, kedatangan truk siang itu bukan cuma soal sembilan karung barang. Tapi soal perhatian. Soal negara yang (setidaknya kali ini) hadir sampai ke halaman sekolah. Dan buat siswa kelas X, ini bukan cuma paket perlengkapan—tapi juga pengingat kalau mereka lagi dipersiapkan buat perjalanan panjang ke depan.
Semoga proses distribusinya lancar, ukurannya pas, dan manfaatnya beneran terasa yaa

.jpeg)