Plantour ke PKTV: Anak EMC Dapet “Bensin” Baru Buat Ngebut di Dunia Konten

0



 Belajar itu nggak harus selalu duduk manis di kelas sambil pura-pura paham waktu guru bilang, “Sudah jelas ya?” Kadang, belajar paling nempel justru datang dari jalan-jalan yang ada ilmunya. Nah, SMK Putra Bangsa kembali mengadakan plantour, dan kali ini tujuannya cukup bikin anak-anak EMC berbinar.


Begitu sampai di PKTV Bontang, siswa langsung diajak kenalan lebih dekat dengan dunia yang selama ini cuma mereka lihat dari layar, dunia pertelevisian.


PKTV sendiri bukan pemain baru. Stasiun televisi lokal kebanggaan Kota Bontang ini lahir dari kebutuhan masyarakat akan informasi yang dekat, relevan, dan “kedaerahan banget.” Di tengah gempuran TV nasional, PKTV hadir membawa berita yang lebih membumi — dari kegiatan warga, kebijakan daerah, sampai cerita-cerita lokal yang kadang nggak dilirik media besar.


Intinya, kalau mau tahu denyut kehidupan Bontang, salah satu nadinya ada di PKTV.


Para siswa juga diajak memahami bagaimana sebuah stasiun TV bisa berdiri. Mulai dari proses perintisan, tantangan menjaga eksistensi, sampai perjuangan bertahan di era ketika orang lebih sering nonton lewat HP daripada TV ruang tamu.


Karena ya… kita harus jujur.


Sekarang orang lebih cepat buka streaming daripada nyari remote.


Lebih pilih scroll daripada nunggu iklan selesai.


Fenomena perkembangan teknologi ini jelas mengubah wajah dunia penyiaran. Tapi menariknya, PKTV justru melihat perubahan ini bukan sebagai ancaman — melainkan tantangan untuk beradaptasi.


Televisi nggak lagi cuma soal siaran satu arah. Tapi juga soal bagaimana tetap relevan, terpercaya, dan dekat dengan masyarakat.


Di sinilah siswa mulai paham satu hal penting:
Media itu bukan cuma soal tampil di layar. Tapi soal tanggung jawab menyampaikan informasi.


Selama kunjungan, siswa berkesempatan bertemu langsung dengan Direktur PKTV, Bapak Teguh, yang menyambut hangat rombongan SMK Putra Bangsa. Dalam arahannya, beliau menjelaskan peran besar televisi bagi masyarakat — bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sarana edukasi dan kontrol sosial.


Karena informasi yang baik bisa membangun cara berpikir masyarakat.


Sebaliknya, informasi yang asal-asalan? Ya… bisa bikin chaos.


Nggak berhenti di situ, siswa juga dibekali tips-tips dasar jurnalistik. Mulai dari cara melihat sebuah peristiwa dengan sudut pandang berita, pentingnya akurasi data, sampai satu pesan sederhana tapi dalem:

“Jangan buru-buru viral kalau belum tentu benar.”

Kalimat yang seharusnya juga ditempel di dahi netizen.


Menariknya lagi, peserta plantour kali ini didominasi oleh anak-anak Edu Media Creative (EMC). Bisa dibilang, kunjungan ini seperti nemuin pom bensin di tengah perjalanan jauh — ilmunya langsung jadi bahan bakar baru.


Apalagi buat mereka yang tiap minggu produksi konten sekolah, liputan kegiatan, sampai bikin berita. Pulang dari PKTV, standar mereka otomatis naik.


Karena setelah lihat dapur media sungguhan, rasanya nggak afdol lagi kalau bikin konten asal jadi.


Plantour ini bukan cuma soal jalan-jalan edukatif, tapi juga membuka wawasan bahwa peluang di dunia media itu luas banget. Siapa tahu, beberapa tahun lagi, ada alumni SMK Putra Bangsa yang berdiri di balik kamera… atau malah jadi presenter berita.


Dan semua itu bisa saja berawal dari satu kunjungan sederhana ke PKTV.


Karena kadang, masa depan memang dimulai dari langkah kecil — atau dalam kasus ini, dari plantour yang penuh insight.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default