Sore ini, 8 Desember, langit Bontang kelihatan agak galau. Mendung menggantung, petir sesekali nyamber, dan suara guntur ikut nimbrung. Tapi di satu titik, suasana justru terasa hangat. Bukan karena matahari tapi karena semangat.
Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT) menggelar penampilan pelepasan menjelang keberangkatan mereka ke Thailand. Dan di antara barisan yang rapi, langkah yang mantap, serta dentuman musik yang bikin merinding, ada tiga wajah yang bikin kami auto bangga. Mereka adalah siswi SMK Putra Bangsa.
Kenalin: Nafisa Fadillah Putri, kelas XI Perawat.
Kayyirah Razikha Zahwah, kelas XII Akuntansi.
Dan Aira Putri Kirana, kelas X Akuntansi.
Tiga nama. Tiga jenjang. Satu mimpi yang sama.
Meski cuaca sore itu nggak bisa dibilang ramah, penampilan MBPKT tetap all out. Musik jalan terus, formasi tetap rapi, dan ekspresi para pemain seolah bilang, “hujan boleh galak, tapi kami lebih siap.” Penonton bertahan, tepuk tangan nggak berkurang, dan rasa haru pelan-pelan ikut naik ke permukaan.
Yang bikin momen pelepasan ini makin hangat, orang tua juga hadir. Duduk di tribun, merekam, memotret, dan diam-diam bangga melihat putri mereka melangkah sejauh ini. Dari latihan capek, jadwal padat, sampai akhirnya berdiri sebagai wakil yang bakal membawa nama besar.
Tanggal 14 Desember nanti, MBPKT akan berangkat ke Thailand untuk mengikuti Thailand World Music Championships. Mereka akan kembali pada 23 Desember, yang artinya: izin sekolah dulu, prestasi nomor satu belakangan. Karena kali ini, yang dibawa bukan cuma seragam atau alat musik, tapi juga nama Kota Bontang—bahkan nama Indonesia—ke Negeri Gajah Putih.
Dan kalau boleh jujur, ini bukan soal menang atau kalah aja. Ini soal berani bermimpi besar, berani tampil di panggung dunia, dan membuktikan bahwa anak-anak SMK juga bisa melangkah sejauh itu.
Doa terbaik kami kirimkan untuk Nafisa, Kayyirah, Aira, dan seluruh tim MBPKT. Semoga selalu sehat, lancar selama di sana, dan pulang membawa kabar baik. Siapa tahu, sepulang dari Thailand, daftar siswa berprestasi SMK Putra Bangsa nambah lagi.
Dan kami siap nulis ceritanya.

