Plantour ke BAPENDA, Siswa SMK PB Akhirnya Paham Uang Pajak Lari ke Mana

0



Ssuasana belajar siswa SMK Putra Bangsa pindah sebentar dari kelas ke dunia nyata. Sebanyak 20 siswa dari jurusan TKJ, Perawat, dan Akuntansi ikut kegiatan plantour ke BAPENDA Kota Bontang. Bukan jalan-jalan doang, tapi benar-benar diajak ngintip langsung gimana urusan pajak itu bekerja di balik layar.


Kegiatan ini didampingi oleh Bu Vivi Ayu, Ibu Jumalia, dan Ibu Ica, yang sejak awal memang ingin siswa nggak cuma paham teori, tapi juga ngerti praktiknya. Soalnya jujur aja, kata “pajak” sering terdengar, tapi jarang benar-benar dipahami.


Sesampainya di BAPENDA, siswa langsung diajak berkeliling dari satu bilik ke bilik lain. Mereka melihat sendiri bagaimana pegawai bekerja, mengelola data, sampai melayani urusan pajak masyarakat. Kantor yang biasanya cuma dikenal lewat papan nama, hari itu jadi ruang belajar yang nyata dan dekat.


Rombongan kemudian disambut langsung oleh Bapak Abdul Aziz, yang memberikan arahan sekaligus penjelasan ringan tapi nancep. Di sini siswa mulai paham kalau pajak itu bukan cuma soal angka dan kewajiban, tapi soal tanggung jawab bersama.

Siswa dijelasin bahwa pajak itu datang dari banyak sumber. Mulai dari tempat hiburan, reklame di pinggir jalan, parkiran, sampai usaha-usaha lain yang beroperasi di kota. Semua itu punya kewajiban membayar pajak. Dan pajak yang terkumpul bukan buat disimpan, tapi diputar kembali untuk pembangunan dan fasilitas umum. Jalan, lampu, taman, layanan publik—semuanya berdiri dari uang pajak.


Di sinilah konsep wajib pajak jadi masuk akal. Wajib pajak itu bukan sekadar istilah resmi, tapi orang atau badan usaha yang ikut berkontribusi membangun kota lewat pajak. Kalau pajak lancar, pembangunan juga jalan. Kalau pajak macet, yang rugi bukan pemerintah saja, tapi masyarakat sendiri.

Yang bikin suasana makin hangat, para staf BAPENDA terlihat senang dan terbuka menyambut siswa. Mereka antusias menjelaskan, karena buat mereka, edukasi pajak sejak sekolah itu penting banget. Harapannya sederhana tapi besar: semoga anak-anak ini, ketika sudah dewasa nanti, tumbuh jadi warga yang sadar dan taat pajak, bukan karena takut sanksi, tapi karena paham manfaatnya.


Plantour ini jadi bukti kalau belajar itu nggak harus selalu di kelas. Kadang, justru dengan melihat langsung, pemahaman jadi lebih masuk dan membekas. Dan siapa tahu, dari kunjungan ini, ada yang suatu hari nanti kembali ke BAPENDA bukan sebagai tamu, tapi sebagai bagian dari orang-orang yang ikut mengelola pembangunan kota.


Belajar pajak, ternyata bisa seseru itu.



Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default