Biasanya kalau sudah masuk masa libur menyambut bulan suci Ramadan, opsi kegiatannya cuma dua: rebahan atau rebahan tapi sambil scroll. Tapi beda cerita dengan tim EMC SMK Putra Bangsa. Di tengah suasana libur yang menggoda untuk santai maksimal, mereka justru ambil jalan yang agak “capek tapi berkah”: ikut Seminar Character Building: Kepemimpinan Remaja Tuntunan Menurut Islam.
Kegiatannya nggak tanggung-tanggung. Dua hari penuh, tanggal 16–17 Februari 2026, dari pagi sampai sore. Pesertanya mayoritas santri dan anggota IRMA masjid se-Kota Bontang. Tapi EMC nggak mau cuma jadi penonton dari jauh. Mereka ikut gabung. Karena kesempatan belajar soal kepemimpinan itu nggak datang tiap hari.
Materinya berbobot, tapi nggak bikin kepala berasap. Dibahas bagaimana remaja bisa jadi pemimpin yang nggak cuma vokal, tapi juga berakhlak. Kepemimpinan menurut Islam bukan cuma soal berdiri di depan, tapi soal tanggung jawab, integritas, dan cara membawa diri. Jadi bukan tipe pemimpin yang hobi nyuruh, tapi hilang pas dibutuhkan.
Walaupun jadwalnya padat, suasana tetap cair. Selain sesi materi, ada juga games yang bikin peserta tetap hidup dan nggak berubah jadi zombie sore hari. Capek? Iya. Tapi capek yang ada isinya.
Yang menarik, keikutsertaan EMC ini sebenarnya pilihan. Nggak diwajibkan, nggak disuruh. Tapi mereka sadar, libur bukan alasan buat berhenti berkembang. Justru momen kayak gini bisa jadi waktu yang pas buat isi ulang mental dan pola pikir sebelum masuk Ramadan.
Langkah yang patut diacungi dua jempol. Di saat banyak yang memilih istirahat total, EMC memilih bertumbuh. Karena jadi remaja itu bukan cuma soal seru-seruan, tapi juga soal nyiapin diri jadi versi yang lebih matang.
Libur boleh santai. Tapi kalau bisa santai sambil naik level? Kenapa nggak.