Ngintip Dunia Bea Cukai! 18 Siswa SMK Putra Bangsa Dibikin Melek Soal Barang Ilegal

0



 Belajar itu nggak harus selalu di dalam kelas. Kadang, keluar sebentar justru bikin wawasan kebuka lebar. Itulah yang dirasain 18 siswa jurusan Akuntansi SMK Putra Bangsa dari kelas 10, 11, dan 12 saat ikut kegiatan plant tour ke Bea Cukai Kota Bontang. Nggak sendirian, mereka juga didampingi oleh Bu Vivi Ayu dan Pak Yunus, jadi kalau ada yang tiba-tiba lost fokus masih bisa langsung ditarik balik ke mode “siswa serius”.


Begitu sampai di lokasi, rombongan langsung disambut hangat oleh jajaran staff Bea Cukai. Bahkan, Pak Rida Budi Santoso Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan turut menyambut dan membuka kegiatan, mewakili Kepala Kantor KPPBC Tipe C Bontang. Aura formalnya dapet, tapi suasananya tetap santai.


Siswa kemudian diarahkan masuk ke aula. Acara dibuka dengan sambutan dari Pak Rida dan Bu Vivi, dilanjutkan dengan pemberian cinderamata sebagai simbol terima kasih sekaligus kenang-kenangan — biar nggak cuma memorinya aja yang dibawa pulang.


Masuk ke sesi utama, presentasi tentang tugas Bea Cukai langsung bikin banyak kepala agak condong ke depan. Ternyata, kerjaan mereka bukan cuma soal barang datang dan pergi. Ada sistem, ada aturan, dan tentu ada pengawasan ketat supaya arus barang dari dalam maupun luar negeri tetap sesuai regulasi.


Salah satu bagian yang paling nyantol adalah pembahasan soal pajak keluar-masuk barang. Dari sini siswa jadi paham kalau setiap barang yang melewati batas negara itu nggak bisa sembarangan lolos. Ada hitung-hitungan, ada prosedur, dan semuanya berdampak pada pemasukan negara.


Lalu masuk ke topik yang bikin mata makin melek: jenis pelanggaran yang sering terjadi.


Mulai dari HP ilegal yang masuk tanpa prosedur resmi, rokok tanpa pita cukai, sampai minuman keras yang peredarannya diawasi ketat. Dari penjelasan ini, siswa jadi sadar — hal-hal yang kelihatannya biasa ternyata punya aturan panjang di belakangnya.


Biar nggak terlalu tegang, sesi kuis pun dilempar. Seketika suasana berubah jadi kompetitif tipis-tipis. Ada yang langsung angkat tangan, ada yang masih mikir keras, ada yang melongo sambil mencerna pertanyaan, ada juga yang tetap nyimak meski mulutnya lagi sibuk ngunyah. Multitasking level pelajar, memang beda.


Setelah materi selesai, rombongan diajak berkeliling ke beberapa ruang kerja. Di sini siswa bisa lihat langsung bagaimana aktivitas di balik layar berlangsung. Nggak cuma itu, mereka juga sempat ramah tamah dengan para staff — ngobrol ringan tapi tetap berisi.


Tanpa terasa, rangkaian kunjungan sampai di penghujung acara. Seperti tradisi plant tour pada umumnya, kegiatan ditutup dengan foto bareng di depan kantor Bea Cukai. Bukti kalau hari itu bukan sekadar jalan-jalan, tapi perjalanan nambah ilmu.


Plant tour ini jadi pengingat kalau dunia kerja itu luas, dan kadang baru terasa nyata setelah dilihat langsung. Siapa tahu, dari 18 siswa yang berangkat hari itu, ada yang diam-diam mulai membayangkan masa depannya di balik meja kantor, mengurus angka, regulasi, atau bahkan jadi bagian dari sistem yang menjaga lalu lintas perdagangan negara.


Karena kadang, satu kunjungan kecil bisa memicu mimpi yang besar.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default