Matre atau Realistis? Jangan Sampai Salah Nilai Orang Cuma Gara-Gara Dompetnya!

0



Pernah nggak sih kalian denger obrolan kayak gini?

"Ih, cewek itu matre banget deh. Maunya cowok yang mapan."

Atau...

"Ya wajar kali, siapa juga yang mau pacaran sama orang yang nggak punya tujuan hidup?"

Nah loh. Bedanya tipis, tapi artinya bisa jauh banget.


Lucunya, di zaman sekarang kata "matre" udah jadi senjata paling ampuh buat nyerang cewek. Asal ada cewek yang ngomong pengen pasangan mapan, langsung dicap matre. Padahal... bentar dulu, Bos. Jangan asal ngegas sebelum tahu bedanya.


Cewek Matre: Dompetmu yang Dicintai

Mari kita mulai dari yang sering disalahartikan.

Cewek matre bukan berarti dia suka cowok kaya.


Karena... siapa sih yang nggak pengen hidup nyaman? Kalau dikasih pilihan naik motor bocor atau mobil yang AC-nya dingin, ya kebanyakan orang juga milih yang nyaman. Itu manusiawi.


Yang bikin seseorang disebut matre adalah ketika ukuran cintanya cuma dihitung dari isi rekening.


Misalnya...

Cowok lagi bokek karena baru bantu orang tua.

Ceweknya langsung ngilang.

Cowok nggak bisa beliin iPhone terbaru.

Langsung dibilang, "Kamu nggak sayang aku."


Atau baru PDKT seminggu udah minta tas branded, skincare satu keranjang, voucher belanja, sama transfer "uang jajan". Lah... ini mau pacaran apa buka program cicilan?


Kalau semua perhatian diukur dari nominal transfer, ya itu baru mulai mengarah ke matre.


Cewek Realistis: Bukan Cari Orang Kaya, Tapi Cari Masa Depan

Nah, sekarang kita bahas yang sering kena fitnah.

Cewek realistis biasanya nggak terlalu peduli kamu naik motor apa, HP-mu keluaran tahun berapa, atau sepatumu merek apa.


Yang dia lihat justru pertanyaan yang lebih penting.


"Orang ini punya tujuan hidup nggak ya?"


Karena ganteng itu bonus.

Lucu itu hiburan.


Tapi kalau umur udah 25 tahun masih jawab cita-citanya "lihat nanti aja gimana semesta membawa", ya agak bikin was-was juga.


Cewek realistis lebih senang sama cowok yang mau berusaha.

Hari ini mungkin masih mahasiswa.

Besok mungkin baru kerja.

Gajinya belum besar.

Nggak masalah.


Selama ada kemauan berkembang, itu udah jadi nilai plus.

Karena yang dicari bukan orang kaya... tapi orang yang nggak berhenti berjuang.


"Aku Nerima Kamu Apa Adanya..."

Kalimat ini romantis.

Sampai akhirnya tagihan listrik datang.

Terus galau.

Banyak orang bilang cinta nggak butuh uang.

Memang benar.

Tapi hubungan butuh biaya.


Mau nonton? Bayar.

Mau makan? Bayar.

Mau nikah? Wah... jangan ditanya.


Makanya wajar kalau seseorang mempertimbangkan kondisi finansial pasangan. Bukan karena cinta bisa dibeli, tapi karena kehidupan setelah jatuh cinta tetap harus dijalani.


Cowok Juga Sebenarnya Realistis Kok

Lucunya lagi, cowok sering bilang cewek matre.

Padahal giliran ditanya...


"Kalau disuruh milih, mau pacaran sama cewek yang baik, rajin, sederhana atau yang cantik banget?"


Banyak yang jawab...


"Yang cantik lah."


Nah, berarti kalian juga punya standar dong?

Sama aja.

Semua orang punya kriteria.

Yang beda cuma kriterianya apa.

Ada yang melihat fisik.

Ada yang melihat karakter.

Ada yang melihat masa depan.

Dan itu sah-sah aja.


Jangan Minder Kalau Lagi Berjuang

Buat cowok yang lagi berjuang dari nol, jangan langsung minder kalau ada cewek bilang dia pengen pasangan mapan.


Belum tentu dia nolak kamu karena uang.


Bisa jadi dia cuma pengen pasangan yang serius menjalani hidup.


Dan buat para cewek, jangan juga merasa bersalah kalau punya standar.

Standar itu penting.


Yang nggak boleh adalah menjadikan materi sebagai satu-satunya alasan mencintai seseorang.


Karena pada akhirnya...


Cewek matre mencari dompet.

Cewek realistis mencari masa depan.


Kelihatannya mirip.

Padahal bedanya jauh banget.

Jadi lain kali sebelum ngomong, "Ih, matre banget sih!", coba pikir lagi.

Jangan-jangan dia bukan matre.


Dia cuma nggak mau masa depannya dipertaruhkan sama orang yang hobinya bilang, "Santai aja, rezeki mah udah ada yang ngatur," tapi bangun siang tiap hari.

Tags
  • Lebih baru

    Matre atau Realistis? Jangan Sampai Salah Nilai Orang Cuma Gara-Gara Dompetnya!

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default